Kau Adalah..

20 April, 2009 - Leave a Response

Saat jalan ini menjadi berat untuk kau mengerti,
mendekatlah lebih dekat ke hatiku….
Maka akan ku lukis bayangmu di pelataran rinduku yang biru
Bersama pelangi senja berwarna merah, semerah pipiku
Karna engaku adalah kafein dihidupku,
memacu adrenalinku…
yang menjadi alasanku untuk terbangun setiap hari…
Seperti partikel debu, ada dimana saja….
Atau seperti angin yang selalu menghembuskan syahadat cinta mu ?
Dari udara pegunungan yang menyejukan hati…hangat mentari pun tak sehangat pelukan mu…

Seolah aku arogan…..
Untuk apa nirwana ?
Kalau kita bisa bersama disini….
dibumi nyata…
Aku melihat langit dalam hatimu..
Melihat matahari dimatamu..
dan melihat bintang di senyummu….
Melihat warna-warni pelangi dalam setiap gerak gerikmu…
Dimana setiap kesedihanku akan selalu larut dan tersapukan oleh jemarimu yang kecil….

Perlu waktu

21 February, 2009 - Leave a Response

Perlu waktu untuk menyadari
Ketika mulut berucap “iya”
Jiwa enggan mengikuti….
Lalu “tapi” menjadi penyeimbang jiwa…
Agar tidak terlalu sakit,
Agar tidak dipersalahkan…..

Perlu waktu untuk menyadari
Saat mata lebih ingin memandang “rasa”
dan Enggan melihat “kenyataan”
Hingga akhirnya menyalahkan “keadaan”

Perlu waktu untuk menyadari
Ketika meraih harapan
Sebisa mungkin tampa pengorbanan
Kalau perlu mengotori jiwa yang suci

Perlu waktu untuk menyadari
Saat sesal meresapi seluruh kalbu
Terlupakan sekerlip satuan waktu…..
Untuk mengambil sedikit rentang waktu..
Untuk memahami..

Ketika aku datang di pagi hari

9 January, 2009 - Leave a Response

Pagi yang aku tempuh dengan setengah sadar itu
Tidak mematikan rasaku untuk menghabiskan seluruh daya
Udaramu masih saja mengalir di sela paru paruku
Menikmati setiap frame per detiknya gambar di hadapan kita
Membiarkan angan terbang ke langit luas
Kadang marah, kadang sedih, kadang lucu…..
Membawa kita kedalam hening
Sepi melanda keramaian hati kita
Sepi mendinginkan kehangatan kita….
Hingga ragaku, mataku, bibirku, telingaku
Lumpuh dan rebah didalam pelukanmu
Sampai lelahku sirna…..
Kembali mengisi hari kita…

Sekarang

9 January, 2009 - Leave a Response

Dahulu….. Sendiri itu sepi….
Tampa sayap, aku berdiri
Menatap langit, memegang harapan….
Dahulu….. Sendiri itu sunyi….
Merentaskan setiap helaan nafas dengan paru paru sendiri
Berharap harap udaramu merasuki relung jiwaku
Sekarang, aku bersamamu…..
Membawa harapan dengan sayapmu
Bernafas dengan udaramu
Berpegang erat, dengan kedua tanganmu
Sekarang…….
Aku hidup….