Terima Kasih

Apa yang dikatakan keramaian pada sepi ?
Kalau aku adalah hingar bingar ceria tawa dan perih,
Berontak, ramai, dan bising,
sementara kamu ?
hening mengalir seperti udara,
seperti darah, seperti sungai,
tenang, ada dimana saja,
penuh kedamaian….

Cinta dan Pengorbanan…
berbanding lurus dan linear….
Semakin besar rasa cinta,
semakin besar pengorbanan…

Saat kita bernafas…
tiada penuh keraguan…
ketika udara mengalir di semua bagian tubuh
tampa dirasa….
itukah cinta ??
sesuatu yang terus mengalir dan membiarkan kita hidup,
tampa dirasa….
dapatkah merasakan cinta ?
Kalau memang dapat merasakan cinta….
kenapa tidak berterima kasih kepada sang pemilik udara ??

Advertisements

Perasaan

Biarkan perasaan ini menjadi alasan kita untuk saling tergenggam
satu sama lain…
Biarkan perasaan ini yang menjawab semua teka teki isi hati,
dan biarkan perasaan ini menerjemahkan
bahasa diantara kita…..

Cinta ini bukan matahari,
Sebab ia sirna dimalam hari,
bukan juga pagi
yang hilang di ufuk timur,
bukan seperti ombak,
yang desirnya hanya dapat kau rasakan saat pasang,

namun cinta ini adalah udara
yang akan terus mengaliri setiap pori pori tubuhmu
dan membuatmu hidup
dan menjadi warnamu
Menjadi tawamu
Menjadi ceriamu

Terbayang

Sesaat hening terpecahkan oleh percikan sinarmu
Jangankan anganku…..
Fikiranku saja tak mampu memaparkan indahmu….
Lantas bagaimana aku selesaikan pekerjaanku
Kalau wajahmu yang sedang tertidur pulas itu terus menghantuiku

Cinta yang bukan di dunia

Sebuah gambar dan tulisan
Mengekspresikan tentang warna jiwa
Yang terangkai indah dalam bait puisi
Ketika kita bicara…
Dengan gerak jemari mentranslasikan bahasa kita

Hentakan tuts kibor berentetan seperti peluru senapan otomatis
Diantara bit 0 dan 1 menerjemahkan bahasa kita
Kata terkirim melalui seutas kabel atau gelombang udara….
Berisi tentang cerita….
Kadang membuat kita tersenyum….ketika kata yang keluar di layar menggulung gulung kita bahagia
Atau mengkerutkan kening…ketika kita terhanyut di laut hening tiada arah…
Bahkan menangis….ketika kata menghempas kita di karang tajam….

Kala cinta

Kala cinta hadir dan meresapi sukma jiwa
Semua benda seperti bunga
Penuh warna, harum, semerbak mewangi….

Suara menjadi nada..
Sayupnya mengalun lembut menerbangkan asa…

Kata menjadi puisi….
Setiap gerak gerik bibir meluluh lantahkan dingin es…
Menjadikanya sabda

Lambat laun….
Sang waktu berganti…..
Saat relung hati mulai terasa sepi….
Semua menjauh dan terasa hampa….

Semua benda menjadi duri tajam….
Menusuk perih jiwa…
Hingga meninggalkan bekas luka…

Suara menjadi tangis….
Membekukan hati…
Padam hangat cinta…

Kata menjadi dusta….
Menoreh luka dihati
untuk tersimpan sampai mati…

Hanya Kita

Segalanya Berjalan diatas jalanmu aku tak pernah tahu kapan cinta bersinggah di kehidupanku namun aku juga tidak tahu ternyata cinta itu dekat dan sederhana karena perasaan cinta menghanyutkanku kedalam belas kasih, perhatian dari dirimu dan membuatku menyadari sisi jiwaku yang terkasihi olehmu cerita itu begitu sederhana… cepat…. namun kalau kau menyadari.. kita masing masing memiliki perassaan yang dalam dan hanya kita yang bisa kita artikan 15-9-2001

Kau Adalah..

Saat jalan ini menjadi berat untuk kau mengerti,
mendekatlah lebih dekat ke hatiku….
Maka akan ku lukis bayangmu di pelataran rinduku yang biru
Bersama pelangi senja berwarna merah, semerah pipiku
Karna engaku adalah kafein dihidupku,
memacu adrenalinku…
yang menjadi alasanku untuk terbangun setiap hari…
Seperti partikel debu, ada dimana saja….
Atau seperti angin yang selalu menghembuskan syahadat cinta mu ?
Dari udara pegunungan yang menyejukan hati…hangat mentari pun tak sehangat pelukan mu…

Seolah aku arogan…..
Untuk apa nirwana ?
Kalau kita bisa bersama disini….
dibumi nyata…
Aku melihat langit dalam hatimu..
Melihat matahari dimatamu..
dan melihat bintang di senyummu….
Melihat warna-warni pelangi dalam setiap gerak gerikmu…
Dimana setiap kesedihanku akan selalu larut dan tersapukan oleh jemarimu yang kecil….